20 Maret
Oleh admin - 3 Comments

Cara Merawat Alat Elektronika Agar Awet

Di zaman yang serba modern ini, hampir semua alat-alat rumah tangga menggunakan peralatan elektonik untuk membantu memudahkan pekerjaan kebutuhan rumah tangga.

Mulai dari alat setrika, kulkas, mesin cuci, dan lainnya. Dengan fungsi dan kegunaan masing-masing pada alat-alat tersebut kita bisa lebih leluasa menyelesaikan dan melakukan berbagai pekerjaan rumah tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu maupun energi. Selain untuk membantu pekerjaan rumah menjadi lebih mudah, alat-alat elektronik juga bisa digunakan sebagai sarana informasi dan penunjang fasilitas ruangan di dalam rumah kita.

Berikut ini tips sederhana untuk menjaga alat elektronik di rumah menjadi lebih awet.
1. Membaca Buku Panduan.
Dengan memahami fungsi utama dan kelemahan termasuk perawatan khusus untuk alat elektronik tersebut maka kita akan dapat memfungsikan dan menggunakannya secara benar. Seperti misalnya kapasitas berat untuk penggunaan mesin cuci atau langkah-langkah untuk menggunakan microwave oven.
2. Penempatan Barang Elektronik.
Penempatan alat-alat elektronik sangat berpengaruh terhadap kinerja dan usia pakai dari alat tersebut. Seperti penempatan AC dengan radius dan ketinggian tertentu sesuai PK yang dimiliki. Letakkan alat elektronik di tempat yang kering dengan sirkulasi dan suhu udara yang baik dan normal untuk menghindari terjadinya korosi atau hal-hal fatal yang tidak diinginkan karena hampir semua alat elektronik menggunakan daya listrik sebagai energi saat digunakan. Contohnya penempatan mesin cuci yang walaupun berhubungan dengan air untuk mencuci pakaian namun pastikan diletakkan di tempat yang kering dan diberi alas atau dudukan yang agak tinggi supaya tidak bersentuhan langsung dengan lantai.
3. Mematikan dan Mencabut Stop Kontak Jika Sudah Selesai Di Gunakan.
Hal ini sangat penting dan mungkin untuk beberapa alat elektronik sering terlewatkan karena merasa aman-aman saja walaupun tidak dimatikan. Untuk beberapa alat elektronik memang stop kontaknya tidak perlu di cabut seperti AC. Namun untuk peralatan seperti televisi, kipas, komputer, printer dan alat elektronik yang hanya membutuhkan energy listrik saat digunakan sebaiknya stop kontaknya dicabut setelah tidak menggunakan alat-alat tersebut. Terlebih saat melakukan charge pada gadjet jika daya listrik yang masuk melebihi 100 % akan mengurangi efektifitas penggunaan baterai.
4. Menjaga kebersihan alat-alat elektronik.
Meskipun beberapa alat elektronik tidak berhubungan dengan kebutuhan makan akan tetapi tetap harus dibersihkan secara berkala. Seperti kipas, AC, mesin cuci dan lainnya. Karena jika tidak dibersihkan alat-alat tersebut justru akan menjadi ladang kuman yang akan menyebabkan penyakit bagi kita.
5. Beri jeda disaat penggunaan.
Walaupun sistem kerjanya menggunakan mesin dan daya listrik tapi operasi dari barang elektronik membutuhkan jeda beberapa saat untuk kembali menstabilkan sistem di dalamnya. Jadi sebaiknya jangan terus terusan digunakan seharian. Contohnya penggunaan printer yang misalnya maksimal digunakan untuk mencetak seratus lembar setelah itu diamkan beberapa saat dan matikan printer untuk menstabilkan sistem di dalamnya. Setelah beberapa jam kemudian baru mulai mencetak lagi.
6. Menyimpan kartu-kartu alat elektronik.
Ini sangat penting untuk dilakukan jika ada beberapa kerusakan teknis dalam alat elektronik yang kita punya sehingga bisa di tukar atau di perbaiki secara gratis dengan surat tanda pembelian dan kartu garansi yang menyertai alat elektronik tersebut.
7. Servis perawatan pada Teknisi yang ahli.
Sebagian alat elektronik perawatannya memang sangat rumit dan sensitif sehingga akan lebih baik jika servis dan perawatannya diserahkan kepada teknisi yang lebih memahaminya. Seperti saat membersihkan AC ataupun alat elektronik lainnya. Pada dasarnya pemahaman atas penggunaan dan perawatan yang tepat akan memperpanjang usia kerja dari alat elektronik yang kita punya.